Selasa, 14 Juli 2015

Libur Ramadhan 1436H - Yogyakarta (1)

Hargai waktu, karena dialah satu-satunya yang tidak akan pernah kembali.

Tulisan kali ini tentang kegiatan selama liburan di Jogja. Yaa, Jogjakarta!!

Pertengahan Mei 2015, jadi hari berburu bagi para perantau ibukota. Tiket pulang kampung mendadak menjadi trending topic. Dan singkat cerita sayapun mengikuti perburuan tersebut, dan akhirnya dapatlah satu tiket ke jogjakarta, berangkat tanggal 11 Juli 2015. Yeah, tiket mudik sudah aman di tangan.  Sampai di Jogjakarta tanggal 11 sore, dijemput oleh bapak di stasiun. Ya, 2 tahun belakangan ini bapak setia menjemput saya apabila saya pulang kampung. Sebelumnya, boro-boro ke rumah, kadang basecamp Sriplecit jadi persinggahan malam pertama saya, kemudian baru keesokan harinya saya pulang ke rumah.

Buka puasa di rumah, ada bulek Yuni dan om Yuli yang memang sedang main ke rumah, dan ada Mbah Mino juga. Farah dan Alif rebutan minta dipangku. Hahaha what a wonderful life...

Selesai taraweh di masjid deket rumah, sebenarnya ada janjian bukber alumni SMA 8 Yogyakarta, tapi karena ga ada kabar lanjutannya, maka saya urungkan niat untuk berangkat ke TKP. Acara lain menunggu. Ya, di Jogja ini saya punya istilah mrono konco mrene konco. Langsung aja bikin janjian sama temen lainnya di daerah Klebengan, Kedai Kopi Manut namanya. Awalnya kami hanya bertiga ngobrol ngalor ngidul. Semakin malam semakin hangat, sehingga muncul ide-ide untuk mangundang teman-teman kami yang lain untuk bergabung kesini. Akhirnya satu jam setelah undangan tersebar, teman SMP, SMA, dan STAN sudah berkumpul jadi satu, untuk sekedar hahahihi. We can talk about everything. Love it!

Kedai kopi tersebut tutup jam 1 dini hari, dan kami lanjutkan ke pelataran kampus UNY. Random call jadi bahasan di pagi itu. Konyol. Jadi masing-masing kita cari di kontak masing-masing nomor cewek yang akan kita gangguin, kemudian kita calling pakai privat number untuk sekedar ngebangunin sahur, dan ngobrol sekenanya. Freak banget asli hahaha.

Malam berikutnya, giliran one of my best friend. Setiap ke Jogja, hampir pasti saya sempatkan untuk sekedar ngobrol dengan Gontenk. Gontenk tahun ini udah buka toko clothing sendiri, Tenkit Garage namanya. Cool! Kebetulan ketika mampir ke Tenkit Garage, ada Acid juga yang lagi main. Ngobrollah kami bertiga, topik malam itu adalah tentang pajak.

Di tengah obrolan kami, saya putuskan untuk menarik diri dari forum untuk menemani Mayang via telepon. Gegana, gelisah galau merana. Mayang itu temen kantor, yang kosannya sebelahan sama saya dan Octa. Untuk 2 nama terakhir ini, akan saya tulis di kesempatan lain.

Kembali ke tema Jogjakarta,
Minggu sore, saya dapat kabar meninggalnya ayahanda dari Guru saya, Pak Suwardi. Setelah taraweh, saya dan keluarga tauziyah ke kediaman beliau. Keesokan harinya, anak-anak taxsys janjian untuk datang juga ke jogja, dan singgah di rumah saya sebelum ke pemakaman.

Semoga amal ibadah beliau Bapak Widodo diterima disisi-Nya, diberikan tempat yang paling mulia, amin ya rabb...


To be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar