Anakmu Bukanlah Milikmu
Karya : Khalil Gibran
ANAKMU BUKANLAH MILIKMU
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada dirinya sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran sendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan
Tidak pernah berjalan mundur.
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat jauh dengan cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemurah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat.
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.
Hari ini ada niatan untuk kabur aja, minggat dari rumah, tapi kayaknya aku gak mampu juga buat ngelakuin itu.
Calm down, ambil napas, dan inget terus satu hal ini: Jangan pernah kurang ajar sama simbok!
#Selfreminder
Ketika kadang kita merasa sangat sulit untuk mengucapkan sesuatu, maka tuliskanlah, dan bagikan kepada semua orang di dunia
Senin, 15 April 2019
Agenda menjadi Presiden pada 2039
Teruntuk para calon pembantu masyarakat nomor wahid yang ada di arena pertarungan, dengan bersenjatakan kuatnya visi dan tajamnya misi masing-masing, semoga apapun hasil Pemilu 2019 nanti adalah semata-mata demi Indonesia yang lebih baik.
Sementara, harapan saya pribadi yang mungkin agak naif, adalah semoga tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan dari suatu hal apapun terkait pertarungan ini. Semoga apapun proses yang terjadi di dalamnya memang sebesar-besarnya ditujukan untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Iseng, saya coba membayangkan apabila diri saya menjadi seorang Presiden Republik Indonesia. Beberapa kemungkinan yang terlintas dalam benak saya adalah:
1. Situasi politik seperti apa yang harus diciptakan oleh pemerintah sebagai alat pendukung terciptanya ruang diskusi publik yang dapat menampung dialektika seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat memunculkan gagasan bahwa konfrontasi dan diskusi di dalam ruang tersebut adalah suatu kegiatan positif demi kemajuan Indonesia secara keseluruhan.
2. Bagaimana menciptakan struktur berfikir berbasis kemanusiaan, dengan nilai utama adalah memanusiakan manusia sebagai satu keseluruhan bentuk ciptaan Tuhan.
3. Implementasi hukum seperti apa yang ideal sebagai wujud manifestasi atas terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Random sekali ya.. Entah, mungkin saya masih tersesat di dalam kepala saya sendiri.
Semoga Tuhan selalu menunjukkan jalan yang diridhoi oleh-Nya bagi saya dan anda sekalian, dan secara lebih luas bagi seluruh manusia di dunia.
Aamiin...
Sementara, harapan saya pribadi yang mungkin agak naif, adalah semoga tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan dari suatu hal apapun terkait pertarungan ini. Semoga apapun proses yang terjadi di dalamnya memang sebesar-besarnya ditujukan untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Iseng, saya coba membayangkan apabila diri saya menjadi seorang Presiden Republik Indonesia. Beberapa kemungkinan yang terlintas dalam benak saya adalah:
1. Situasi politik seperti apa yang harus diciptakan oleh pemerintah sebagai alat pendukung terciptanya ruang diskusi publik yang dapat menampung dialektika seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat memunculkan gagasan bahwa konfrontasi dan diskusi di dalam ruang tersebut adalah suatu kegiatan positif demi kemajuan Indonesia secara keseluruhan.
2. Bagaimana menciptakan struktur berfikir berbasis kemanusiaan, dengan nilai utama adalah memanusiakan manusia sebagai satu keseluruhan bentuk ciptaan Tuhan.
3. Implementasi hukum seperti apa yang ideal sebagai wujud manifestasi atas terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Random sekali ya.. Entah, mungkin saya masih tersesat di dalam kepala saya sendiri.
Semoga Tuhan selalu menunjukkan jalan yang diridhoi oleh-Nya bagi saya dan anda sekalian, dan secara lebih luas bagi seluruh manusia di dunia.
Aamiin...
Langganan:
Komentar (Atom)