Senin, 23 Februari 2015

Mengatasi Problem Koneksi Database eSPT pada Laptop/PC Anda

Seringkali pengguna eSPT kebingungan dalam melakukan koneksi antara sistem yang digunakan oleh Laptop/PC dengan Database eSPT-nya.  Banyak pertanyaan yang saya terima terkait hal ini, karena kebanyakan adalah pengguna Windows 7/8 yang menggunakan tipe sistem 64-bit.  Oleh karena itu saya akan mencoba menguraikan solusi atas problem tersebut diatas di dalam tulisan ini.

Fakta:
Sistem default pada eSPT memerlukan basis data 32-bit
PC/Laptop anda menggunakan basis data 64bit.

Pokok Permasalahan:
Bagaimana mengkoneksikan database eSPT sehingga dapat digunakan pada Laptop/PC anda yang menggunakan basis data 64-bit??

Berdasarkan pengalaman yang telah saya dapatkan selama berkecimpung di perpajakan, maka berikut ini pembahasan yang dapat saya uraikan, semoga dapat membantu.


1. Pengertian-pengertian (penjelasan dengan bahasa saya sendiri)
eSPT = Aplikasi freeware dari Otoritas Perpajakan Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak.  Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan para Wajib Pajak dalam menyusun, mencetak, dan mengarsipkan data perpajakan masing-masing Wajib Pajak.
Database = Wadah untuk menyimpan segala macam data elektronik yang akan direkam menggunakan eSPT.
Data Source (ODBC) x64 = Sistem yang digunakan pada masing-masing Laptop/PC untuk mengkoneksikan database dengan aplikasi-aplikasi yang ingin digunakan oleh pengguna, termasuk eSPT.
Data Source (ODBC) x86 = Sistem yang ditambahkan secara default pada masing-masing Laptop/PC untuk mengkoneksikan database dengan aplikasi-aplikasi yang ingin digunakan oleh pengguna.  Data source ini akan muncul otomatis ketika anda telah selesai melakukan instalasi eSPT pada Laptop/PC anda.
Microsoft Access Engine = Program yang diperlukan untuk mengkoneksikan database eSPT ke Laptop/PC.


2. Persiapan
Pastikan anda telah menginstal Microsoft Access Engine x86 pada komputer anda.  Untuk memastikannya, Cek di path berikut ini:
Control Panel/Programs and Features - cari 'Microsoft Access Database Engine 2010 (english)'

Kemudian pastikan anda telah memiliki database eSPT kosong yang akan anda buat.  Caranya adalah
Copy Database eSPT yang ada pada path berikut ini:
C://Program Files (x86)/DJP/(Jenis eSPT)/Database

Salin database tersebut ke direktori path yang anda inginkan. Misalnya di D://Database eSPT PPh xxxx PT XXXX


3. Koneksikan database ke eSPT
Buka path C://Windows/SysWOW64 - kemudian cari file odbcad32 yang berekstensi Application.  Kalau sudah ketemu, buka file tersebut.
Pilih Tab 'System DSN'
Klik Add > Microsoft Access Driver (*.mdb; *.accdb) > Finish

Kolom Data Source Name diisikan dengan nama dan jenis pajak, misalnya PT XXX PPh 23, PT ABC PPh 4 ayat 2, dsb.
kemudian pilih database yang ingin dikoneksikan, dengan cara klik 'Select' pada bagian Database.
Sambungkan dengan path database baru yang sudah anda salin dari tahap persiapan tadi (Lihat angka 2)
Akhiri dengan klik 'Ok'



4. Database Siap di Entry
Setelah kita selesai mengkonfigurasikan koneksi database dalam system PC/Laptop kita, maka eSPT pun siap untuk dijalankan, dimulai dari pengisian profil Wajib Pajak tentunya :)).


Witing tresno jalaran soko kulino

Sekali lagi, permasalahan eSPT sejatinya adalah hanya masalah kebiasaan.  Ada sebagian orang yang merasa ribet harus instal ini lah itu lah dsb, namun ketika kita sudah terbiasa, maka kedepannya membuat laporan SPT akan menjadi mudah.

Excercise makes you better than yesterday,
uopooh jal.

Rabu, 11 Februari 2015

Hasil Brainstorming di Taxsys - Late Post

Satu poin yang paling utama yang bisa saya ambil adalah kemampuan berbahasa internasional yang seharusnya jadi menu wajib pendidikan kita di lingkungan taxsys, disamping ilmu perpajakan. Globalisasi seperti yg dijabarkan oleh p teguh kemarin menuntut kita untuk dapat menguasai bahasa inggris agar tidak tenggelam dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Terlebih lingkungan taxsys yang masih banyak menggunakan bahasa daerah.

Untuk itu, untuk pelan-pelan mencoba mengikuti perkembangan zaman secara internal, maka muncul ide di dalam diri saya. 
Kita tau bahwa pekerjaan konsultan tidak membutuhkan waktu selama 30 hari berturut2 dalam sebulan. Untuk itu pasti ada waktu luang dalam sebulan yang dapat kita pergunakan untuk mulai mengaplikasikan kegiatan berbahasa inggris. Dapat kita susun jadwal , minimal seminggu sekali kalau memungkinkan, untuk mengadakan kelas bahasa inggris untuk peserta didik di taxsys (internal). Pengajarnya pun tidak perlu dari luar seperti yang kita dengar dr p swd. Susun jadwal materi yang akan dipelaj\ari, kemudian dibagikan kepada masing-masing peserta untuk bergantian menjadi pengajar sesuai bagiannya.

Semua kegiatan kalau tidak ada targetnya juga percuma. Target minimal yang harus bisa dicapai adalah seluruh peserta didik dapat mengaplikasikan bahasa inggris di dalam suatu percakapan sederhana. Sedikit demi sedikit dapat dikembangkan seiring berjalannya waktu.