Ditemani Jimi Hendrix, Gugun Blues Shelter, dan beberapa batang rokok.
Suasana remang-remang di salah satu sudut sekolah masih menjadi tempat favorit kami untuk berkumpul, alumni angkatan 2009 SMA N 8 Yogyakarta. Entah sampai kapan kebiasaan ini akan terus berlanjut. Walaupun mungkin topik bahasan dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja, namun kami masih sangat menikmatinya, bernostalgia. Namun karena warung tempat kami biasa pesan minum sudah tutup, kami memutuskan untuk melanjutkan reunian ke sebuah warung bernama "Top Gear Coffee" di daerah Terban, rekomendasi dari si Uki (paling kiri).
Reuni anak 'sehat'
--------------
Hari berikutnya, saya mendapati pesan masuk dari sahabat saya Mamec. Mamec tiba-tiba minta doa semoga lancar acaranya. Awalnya saya agak bengong, acara apa? Setelah saya fokuskan pada gambar yang dia kirimkan bersamaan dengan pesan tersebut, saya baru paham ternyata gambar itu adalah potongan dari surat pernyataan berniat menjadi suami-istri yang sudah ditandatangani.
Mamec ini adalah gitaris dari SRI PLECIT, salah satu band indie lokal Yogyakarta yang bergenre ska (Saya akan menulis khusus tentang SRI PLECIT band di kesempatan lain). Setelah berkoordinasi dengan Galih a.k.a Grameh sang vokalis, akhirnya kami sepakat untuk datang ke acara ijab qabul. Ya, bisa dibilang anggota band itu keluarga kedua, sehingga tanpa perlu waktu lama, semua anggota SRI PLECIT mengiyakan untuk ikut ke acara kecuali Wipti, karena dia masih ada kerjaan. Awank dan Hasan ditugasi menyiapkan mobil sewaan. Saya kontak Iqbal untuk minta tebengan ke tempat janjian. Ada Pihik dan Uma yang juga confirm akan ikut ke acara ijab.
Pukul 1 siang kami berangkat dari Jogja menuju rumah Mamec di Magelang. Sesampainya disana, kami sempat tepar dulu di salah satu kamar rumahnya sambil menunggu berangkat ke TKP yang direncanakan jam 4 sore. Pukul 4 kami berdoa bersama sebelum berangkat. Kami berangkat bersamaan dengan rombongan keluarga Mamec menuju rumah calon istri. Kami tiba di TKP tepat sebelum adzan Maghrib. Setelah berbuka puasa dan diikuti sholat Maghrib berjamaah, akhirnya dimulailah ritual sakral ijab qabul tersebut. Prosesi berjalan lancar, Mamec dengan mantap mengucapkan kalimat pengikat itu. Jujur, saya pribadi terharu, karena Mamec adalah teman dekat saya yang pertama kali melangsungkan ijab qabul.
Sah! Sah!!
Selamat menikah teman!!!
To be continued...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar