Seorang pemudi bernama Indah Pertiwi, membuktikan bahwa pandemi membuat produktif adalah FAKTA
#1
Kamu adalah rumah yang akan selalu menjadi tujuan
entah bagaimanapun jalan yang akan ku tempuh
Aku melihatmu dari kejauhan saat kamu tersenyum seraya berkata, 'hai, kau sudah sampai?', kemudian dengan tenang menenangkanku yang telah dimakan amarah karna menunggumu
Sudah saatnya kita berpisah, lagi
Mengapa waktu seakan enggan berhenti, barang sebentar saja dan memulai berpihak kepada kita
Apakah semesta memang takpernah mengutamakan kita, atau sebenarnya aku yang tak pernah bersyukur atas waktu yang telah ia berikan
Aku memelukmu dan menghirup dalam-dalam aroma tubuhmu
Bau tembakau dan keringatmu menjadi pengingat bahwa kamu adalah rumah dan akulah pemiliknya, seakan enggan melepaskan dan aku tak mau tahu sudah berapa lama kita bersama
Indah Pertiwi
Semarang, 29 April 2020
#2
Kamu sedang bersedih? Menangislah, teruskan menangis hingga kamu sadar perihal apa di dunia ini yg km anggap penting melebihi diri kamu sendiri.
#3
Awan yg kamu ciptakan mengepul dengan sempurna, membuatku sangat nyaman memandangnya, sampai pada titik aku tersadar ia hanyalah sekumpulan gas indah tanpa pijakan, sekali aku memutuskan untuk melangkah maka patahlah kaki dan lenganku.
#4
Saat km memutuskan membawanya beranjak dengan motor tuamu, mungkin km bisa saja berkata "sudah kita jalan-jalan sore saja, menghilangkan penat". Kamu lupa susunan kata penghilang penat itu justru akan membuatnya semakin penat, kamu tak memberinya tujuan yang pasti. Punggungnya bisa saja pegal dan kaki nya mungkin sudah kram. Saat itu terjadi mungkin dia memilih untuk turun dan kembali pd persinggahan nyamannya.
#5
"Aku yakin setiap secangkir minuman memiliki tugas masing-masing, hingga setiap hari nya ia akan dengan sendiri nya menemukan sang pemilik. Berharap sang pemilik lebih baik hari-hari nya."
#6
"Aku sudah mengubah sikapku dan berharap dia pun akan berubah dan menerimaku". Kamu berada pada kotak pikiran yang salah. Kamu pikir dia siapa? tuhan? Hingga kamu berani mengharapkan sesuatu padanya. Jika kamu menjadi baik sekarang, dan balasan tak datang di waktu yang sama, maka perjalanan berikutnya kamu akan tahu bagaimana langkah yang tepat pada kesalahan yang sama.
Indah Pertiwi
Semarang, 29 Mei 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar