Selasa, 10 September 2019

Dialektika Paradoks

Imajinasi; Imajiner

Ketika Tuhan dipertanyakan
Ketika peradaban tak dipergunakan
Benarkah jalan yang kupilih
Ah, entahlah.....
Bermesraan menjadi satu-satunya media penyembuh

Ketika tak ada lagi kata untuk disampaikan
Berbondong-bondong orang merayakan kebodohan
Secuil mereka tertawa; bentuk kemunafikan
Menghayati kejahatan paling murni

Kembali kepada bentuk dimana bermesraan menjadi satu-satunya media penyembuh
Berputar di kepala, tanah indah tergambar

Pantas dan cukup kah?
Tak pantas sepertinya.....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar